Amsal 18:12.
“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan
hati mendahului kehormatan”.
Ada 4 definisi rendah hati :
1). Rendah hati ituh, senang jika nama Tuhan yang
mendapath kemuliaan.
Kita tidak perlu mencari muka jika menginginkan pengakuan
ataupun pujian dari orang lain. Alangkah baiknya kebaikan yang kita lakukan
dikerjakan secara tersembunyi, apalagi jika melakukan pekerjaan Tuhan kita
tidak perlu memikirkan royalti (balas jasa). Jangan sekali-kali memperhitungkan
upahmu di dunia! Sgal keberhasilan dan pencapaian kita adalah semata-mata
karena anugrah Tuhan yang sudah memampukan kita untuk memperolehnya. Dan hanya
Tuhan-lah satu-satunya yang layak untuk menerima sgal pujian, hormat, dan
kemuliaannya. Berkat dan masalah dalam hidup ini, tergaantung dari bagaimana
kita meresponnya. Ada juga berkat yang sesungguhnya merupakan tantangan ‘tersembunyi’
yang bisa menghadirkan masalah, namun sebaiknya ada jga masalah yang sebenarnya
merupakan kesempatan ‘tersembunyi’ yang justru bisa mendatangkan berkat. Karena
ituh kita tidak perlu kecil hati ketika sedang menghadapi masalah, demikian jga
jangan berubah setia ketika kesuksesan datang.
2). Rendah hati ituh tidak perlu membuktikan ataupun
membenarkan diri.
Jangan slal menanggap dirimu ituh penting! Orang yang
rendah hati slal memberi ruang bagi Tuhan untuk menjelaskan atau membela, baik
di dunia maupun di akhirat. Di dalam sebuah konflik, saath kita mengalami
fitnah ataupun mendapath kritik dari orang lain, seringkali kita lebih mudah
untuk bertindak ‘gegabah’ demi membela reputasi atau menyelamatkan nama baik
kita daripada menahan diri untuk ‘tidak melakukan sesuatu’ dan menyerahkan pembalasan
sbgy hak sepenuhnya dari Tuhan.
Kenyataannya, orang yang menuduh atau mengkritik kita
sebenarnya bukanlah orang yang sudah mengenal kita dengan baik. Pujian ituh
biasanya adlh “fitnah ke atas”, tapi tidak pernah kita tolak, namun ketika
dikritik kita merasa perlu untuk ‘membela diri’, pdhl sejujurnya kritik atau
fitnah tersebut adalah sebuah balancer atau obat yang pahit yang justru malah
baik untuk kebaikan kita kedepannya. Ingath! Promosi ituh datangnya slal dari
Tuhan!
3). Rendah hati ituh slal berusaha namun tak akan pernah
kecewa.
Manusia memang boleh berencana (dan memang seharusnya
membuath perencanaan! Spya tidak ada yang bermalas-malasan), tetapi pada
akhirnya Tuhan-lah yang berkehendak. Orang yang rendah hati, ketika telah
mencoba namun gagal, tidak akan pernah untuk berhenti berjuang atau menyalahkan
orang lain, terlebih lagi Tuhan. Ketika rencana yang telah dibuatnya tidak
berhasil dan tidak berjalan sesuai harapan, ia tidak akan berhenti mengasihi
Tuhan. Kerendahan hati adlh harga mati demi perkenanan Tuhan dalam hidup kita.
4). Rendah hati ituh mengalah demi kepentingan bersama.
Sifat orang yang rendah hati akan terlihat dari caranya
berhubungan, saath terjadi pertengkaran, seringkali memerlukan pengorbanan dari
salah satu pihak untuk mengalah. Sikap mengalah ituh mengundang simpati Tuhan. Orang
yang mau mengalah ituh lebih dewasa, tidak menyimpan dendam, tidak merasa perlu
untuk bersitegang dengan “anak kecil”. Kerendahan hati menunjukkan kedewasaan
kita. Orang yang rendah hati tidak takuth rugi; lebih baik merugi daripada
merugikan orang lain, apalagi merugikan (mempermalukan) nama Tuhan.
Gbu.. Tuhan memberkati..
-josephine gabrielle-