Jumat, 04 Maret 2016

Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan

Kerendahan hati ituh adlh sebuah arah, bukan tujuan. Tidak ada seorang pun yang sudah ‘berhasil’ rendah hati, tetapi yang terpenting adlh terus menjalani hidup dengan sikap rendah hati dari hari ke hari.

Amsal 18:12.
“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan”.

Ada 4 definisi rendah hati :

1). Rendah hati ituh, senang jika nama Tuhan yang mendapath kemuliaan.

Kita tidak perlu mencari muka jika menginginkan pengakuan ataupun pujian dari orang lain. Alangkah baiknya kebaikan yang kita lakukan dikerjakan secara tersembunyi, apalagi jika melakukan pekerjaan Tuhan kita tidak perlu memikirkan royalti (balas jasa). Jangan sekali-kali memperhitungkan upahmu di dunia! Sgal keberhasilan dan pencapaian kita adalah semata-mata karena anugrah Tuhan yang sudah memampukan kita untuk memperolehnya. Dan hanya Tuhan-lah satu-satunya yang layak untuk menerima sgal pujian, hormat, dan kemuliaannya. Berkat dan masalah dalam hidup ini, tergaantung dari bagaimana kita meresponnya. Ada juga berkat yang sesungguhnya merupakan tantangan ‘tersembunyi’ yang bisa menghadirkan masalah, namun sebaiknya ada jga masalah yang sebenarnya merupakan kesempatan ‘tersembunyi’ yang justru bisa mendatangkan berkat. Karena ituh kita tidak perlu kecil hati ketika sedang menghadapi masalah, demikian jga jangan berubah setia ketika kesuksesan datang.

2). Rendah hati ituh tidak perlu membuktikan ataupun membenarkan diri.

Jangan slal menanggap dirimu ituh penting! Orang yang rendah hati slal memberi ruang bagi Tuhan untuk menjelaskan atau membela, baik di dunia maupun di akhirat. Di dalam sebuah konflik, saath kita mengalami fitnah ataupun mendapath kritik dari orang lain, seringkali kita lebih mudah untuk bertindak ‘gegabah’ demi membela reputasi atau menyelamatkan nama baik kita daripada menahan diri untuk ‘tidak melakukan sesuatu’ dan menyerahkan pembalasan sbgy hak sepenuhnya dari Tuhan.
Kenyataannya, orang yang menuduh atau mengkritik kita sebenarnya bukanlah orang yang sudah mengenal kita dengan baik. Pujian ituh biasanya adlh “fitnah ke atas”, tapi tidak pernah kita tolak, namun ketika dikritik kita merasa perlu untuk ‘membela diri’, pdhl sejujurnya kritik atau fitnah tersebut adalah sebuah balancer atau obat yang pahit yang justru malah baik untuk kebaikan kita kedepannya. Ingath! Promosi ituh datangnya slal dari Tuhan!

3). Rendah hati ituh slal berusaha namun tak akan pernah kecewa.

Manusia memang boleh berencana (dan memang seharusnya membuath perencanaan! Spya tidak ada yang bermalas-malasan), tetapi pada akhirnya Tuhan-lah yang berkehendak. Orang yang rendah hati, ketika telah mencoba namun gagal, tidak akan pernah untuk berhenti berjuang atau menyalahkan orang lain, terlebih lagi Tuhan. Ketika rencana yang telah dibuatnya tidak berhasil dan tidak berjalan sesuai harapan, ia tidak akan berhenti mengasihi Tuhan. Kerendahan hati adlh harga mati demi perkenanan Tuhan dalam hidup kita.

4). Rendah hati ituh mengalah demi kepentingan bersama.
Sifat orang yang rendah hati akan terlihat dari caranya berhubungan, saath terjadi pertengkaran, seringkali memerlukan pengorbanan dari salah satu pihak untuk mengalah. Sikap mengalah ituh mengundang simpati Tuhan. Orang yang mau mengalah ituh lebih dewasa, tidak menyimpan dendam, tidak merasa perlu untuk bersitegang dengan “anak kecil”. Kerendahan hati menunjukkan kedewasaan kita. Orang yang rendah hati tidak takuth rugi; lebih baik merugi daripada merugikan orang lain, apalagi merugikan (mempermalukan) nama Tuhan.

Gbu.. Tuhan memberkati..
-josephine gabrielle-