Shalom teman-teman pembaca! Apa kabar? Semoga teman-teman
pembaca semua selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan selalu yah!
Setelah setahun vaccum dari dunia tulis-menulis,
blog-blogan, untuk renungan kali ini, saya akan menceritakan siapa saya, yah
kurang lebih seperti kisah hidup saya selama 18 tahun muncul di dunia gitu :d
(balik-balik topiknya berat banget yak lol)
Kamis, 1 Juli 1999
Adalah hari dimana saya dilahirkan kedunia :)
Sebagai anak perempuan pertama, cucu perempuan pertama di
keluarga saya. Tentu semua orang menyambut saya dengan bahagia.
Ketika itu, saya diberikan nama “Josephine Gabrielle Maksudi”
Kalo menurut mama saya sih arti nama saya tuh:
“Josephine” – Jo itu panggilan dari mama sewaktu saya masih
dikandungan. Kemudian pas lahir ditambahin lah sephine yang artinya putri yang
cantik.
“Gabrielle” – malaikat pembawa berita baik.
“Maksudi” – nama keluarga papa saya.
Seiring berjalannya waktu, hari berganti hari, bulan
berganti bulan, tahun berganti tahun, sayapun tumbuh menjadi anak yang sehat
seperti pada umumnya, dan memiliki panggilan nama “GABY” :d
Minggu, 5 November 2006
Hari dimana saya menerima sakramen baptis dan resmi menjadi
anggota keluarga besar gereja Katolik.
Dan ketika itu nama saya resmi bertambah menjadi “MARIA Josephine Gabrielle Maksudi”
Dan setelahnya sayapun memulai kegiatan saya digereja
seperti bergabung untuk sekolah minggu, omk, dan masih banyak lagi.
Singkat cerita, pada akhir Agustus tahun 2008, hari dimana saya merasa Tuhan sudah tidak sayang lagi sama saya! Ketika itu, saya merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuh saya, ya memang sewaktu tingkatan sekolah SD saya sering dipanggil “si gendut” sama teman-teman sekolah saya, padahal ketika itu berat badan saya hanya 35kg, akhirnya rasa percaya diri saya menurun dan memulai tekad untuk melakukan diet.
Posisinya ketika itu saya hanya kelas 3 SD dan kasus
bullying ini sudah marak terjadi begitu, dengan pengetahuan tentang “diet” yang
seadanya, sayapun ketika itu melakukan diet dengan pola setiap lewat jam 6
sore, walaupun baru lewat 1 menit doang saya gaakan makan apapun sampai
keesokan harinya.
Lucunya seminggu setelah saya menjalankan “DIET” tersebut,
rupanya kalau kata oma dan mama saya terlihat lebih kurusan gitu, sambil digoda
sama mama “cie dietnya sukses nih!”
Tapi tidak lama setelahnya, saya harus menghadapi kondisi
dimana kebahagiaan “DIET yang SUKSES” menjadi sebuah malapetaka.
Pada akhiran Agustus 2008, saya didiagnosa terkena penyakit
Diabetes Melitus type 1 (kencing manis) dimana saya merasa Tuhan udah enggak
sayang lagi sama saya! Tuhan ga adil! Kenapa harus saya dan bukan orang lain
aja sih yang ngalamin penyakit kayak gini! Sudahlah Tuhan cabut aja nyawa saya!
Memang berat untuk menerima keadaan, tapi seiring berjalannya
waktu, 1 tahun sudah berlalu setelah saya menerima vonis dokter, kok ya GDS
saya ga bisa di control, selalu emosional, selalu ngerasa kegerahan saat tidur
walaupun sudah nyala AC, kipas, dan juga ditambah dikipasin sama mama saya.
Akhirnya mama saya pun membawa saya ke Singapore untuk
mengecek lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan saya, sekalian yah liburan
keluarga lah.
September 2009.
Sesampainya di Singapore langsung mulai mencari informasi
tentang dokter anak dan dokter spesialis yang mampu menangani saya, mulai
research informasi dari KK women and Children
Hospital , dan ke beberapa
rumah sakit yang saya lupa namanya.
Hingga hari ke3 di Singapore
saya pun direkomendasikan oleh teman mama saya untuk pergi ke Camden hospital saja, disana ada dokter
yang mampu menangani saya.
Pergilah kami kesana, dan dilakukan pemeriksaan lebih
lengkap lagi.
Belum hilang rasa berat hati didiagnosa kena penyakit
Diabetes Melitus type 1, ketika itu oleh dokter Singapore itu saya didiagnosa
terkena penyakit Tyroid (pembengkakan kelenjar di leher) dan ketika itu kondisi
bengkak di leher saya itu sudah sebesar telur ayam. Dan harus segera di laser
untuk memperkecil bengkak tersebut.
Pulang ke Jakarta
bukannya tambah sedikit obat, malah tambah banyak lagi obat yang harus saya
konsumsi. Lelah rasanya, dan udah gatau harus ngapain ketika itu, but life must
go on.
Minggu, 6 Juni 2010
Ini adalah hari dimana saya menerima sakramen komuni pertama
dan iman saya kepada Tuhan seakan diperbaharui karena salah seorang Romo yang
memberikan sakramen ini kepada saya bilang “mintalah, maka kamu akan diberi”
Seketika saya teringat pada ayat alkitab:
Matius 7:7
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu
akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”
Sejak itu, saya mulai mau mengikuti kegiatan gereja kembali,
mulai aktif kembali, dan mengikuti berbagai macam hal gereja, sambil terus
memohon kesembuhan pada Tuhan.
2011, 2012, 2013
Wah kehidupan saya berasa kayak roller coaster yang terus up
and down, ya tentang penyakit, pendidikan, karir, dan juga banyak hal lain yang
kalau dipikir luar biasa lucu dan indah ya hidup ini :)
Minggu, 1 Juni 2014
Hari dimana nama saya kembali bertambah karena saya telah
mengikuti sakramen krisma (sakramen penguatan) dan nama saya hari ini bertambah
menjadi “Maria DOMINICA
Josephine Gabrielle Maksudi” panjang juga yah nama saya :d
1 Juli 2016
YAY! Resmi 17 tahun sudah saya launching di dunia! Dengan
pelbagai hal dan rintangan yang terus saya hadapi. Thank to God!
2 Juli 2016
Saya merayakan ulang tahun saya yang ke-17 itu dengan sebuah
pesta yang cukup meriah dan seperti anak-anak remaja perempuan pada umumnya
ketika menginjak umur 17 tahun. Tapi saya tidak akan bercerita banyak tentang
hal ini, karena ada suatu kejadian yang membuat saya malas untuk berbagi cerita
dan daripada bertele-tele juga ini cerita. Biar saja menjadi cerita tersendiri
bagi saya, namun saya tetap bersyukur pada Tuhan.
Dan ditahun 2016 ini, saya mempunyai begitu banyak kenangan
luarbiasa indah, dan move forward it’s new year 2017!
Januari 2017 – Agustus 2017
Banyak kenangan indah dan juga beberapa kenangan sedih pun
telah saya lalui, jujur dibeberapa bulan kebelakang saya memang sedikit stress
yang berujung depresi yang entah gimana sembuhnya lagi :( tapi memang ada
beberapa kejadian yang menurut saya, yaudah itu bagian dari “level up” saya
dari Tuhan.
Mungkin banyak dari teman-teman pembaca yang bakal bilang
“ah elah, clickbait nih judulnya!” atau “duh keburu ngantuk deh bacanya”
Saya tau akan hal itu, tapi inilah part dimana saya akan
menceritakan tentang dimana “Mujizat” terjadi di hidup saya
Rabu, 27 September 2017
Yaps, hari ini saya control rutin ke dokter saya, dengan
membawa hasil laboratorium terbaru, pergilah saya ke dokter.
Hmm, filing saya sih bilang, yaudah ini palingan jadi
control rutin aja, ga ngarepin hasil lebih karena kata orang-orang penyakit
Diabetes Melitus type 1 dan Tyroid ini gabakalam bisa disembuhin seumur hidup.
Ketika, masuk ruangan praktek, ngobrol bentar sama dokter,
kemudian dibukalah hasil lab saya sama dokter.
Kemudian,
Dokter (D): “Wah selamat ya, ini udah boleh lepas obat
tyroidnya nih! Udah bagus banget hasilnya bahkan dibawah dari nilai rujukan”
Mama (M): “Serius dok?”
Mama (M): “Serius dok?”
D: “Ia, atau paling enggak turunin dosis dulu deh buat 2
minggu kedepan, baru habis itu lepas total yah obatnya”
Gaby (G): “Oh ia dok, makasih ya..”
Keluar ruangan dokter, seneng banget rasanya setelah 9 tahun
ketergantungan sama obat, akhirnya bisa lepas juga! Lumayan berkurang juga
budget untuk obat-obatan :)
Dan mungkin untuk teman-teman pembaca yang mungkin mengalami
kondisi yang sama seperti saya, pesan saya 1, jangan cepat putus asa walaupun
berat rasanya menjalani kehidupan yang seperti ini, terus berharap pada Tuhan,
maka kamu akan diberikan :)
Matius 14:14
“Ketika Yesus mendarat, IA melihat orang banyak yang besar jumlahnya,
maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan IA menyembuhan mereka
yang sakit.”
Emang panjang banget sih tulisan saya kali ini, reback to blogging dateng-dateng temanya mantap banget yah :d
Doakan saya selalu supaya bisa konsisten mulai mengurus blog
ini, untuk mengupdate tulisan renungan seperti dahulu lagi yah teman-teman pembaca
:3
Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-