Rabu, 06 April 2016

AKU JATUH CINTA?!

Image result for merenung keluar jendela

Aku menikmati perjalananku menuju rumah didalam mobil yang sedang melaju. Sampai tiba-tiba aku teringath pada seseorang dan hal itu benar-benar menyiksaku, dan membuath perasaanku menjadi sangath tidak nyaman.


Aku berkali-kali menghembuskan nafasku, berharap perasaan ini segera berlalu dari dalam lubuk hatiku. Segera ku sandarkan kepalaku kekursi dudukku dan sesegera mungkin memejamkan mataku. Dan beberapa detik kemudian.......... Astaga! Bayanganna kembali menyergap pikiranku, sesegera mungkin ku membuka mata, dan bertanya kepada diriku sendiri..

“Apakah aku ini sedang jatuh cinta??”
Aaahhh.. mendengar pernyataanna ajh aku sudah merinding dan takuth..

Llu aku pun segera bertanya kepada Tuhan, sumber sgal jawaban yang pasti.
“Tuhan, apa yang sebenerna sedang terjadi kepadaku? Aku benar-benar takuth jika hal itu benar adana..”

Namun Tuhan segera menjawab pertanyaanku itu dengan lembut.
“Nak, stiap hal yang terjadi didalam hidupmu ini, semuana berada dibawah kekuasaanKu, bahkan disaath hatimu bersatu dengan hatina. Aku membuath sgal sesuatuna indah tanpa cacat sedikitpun. Tidak ada yang perlu kau ragukan, takuti, atau menutupi sgal pergumulanmu dariKu.”

Aku kembali bertanya,
“Jadi jika aku jatuh cinta, aku tidak salahkan Tuhan?”

JawabNya kepadaku,
“Jatuh cinta bukanlah suatu kesalahan besar Nak, menyukai seseorang jga bukanlah suatu kesalahan. Selama hatimu tetap percaya dan tertuju kepadaKu, maka kau pasti akan melihat tuntunanKu didalam sgal aspek kehidupanmu, juga agar kau dapath meresponna dengan benar, sampai akhirna Aku akan menyatukanmu dengan pria yang sudah Kutetapkan.”

Llu aku bertanya lgih,
“Jadi apakah ini waktu yang tepath untukku memiliki pasangan hidup, Tuhan?”

Tuhan segera membawaku kepada pengertian bahwa saath ini Ia sedang mempersiapkan pria yang terbaik untukku, yang sepadan denganku, jga yang sudah Ia tetapkan dari awal kehidupanku.
Tuhan sedang menempa pria itu didalam karakterna, bukan untuk menjadi seorang yang sempurna, tetapi untuk menjadi seorang pria yang mau mengambil tanggung jawab dan mau menghidupi tujuan hidupna, pria yang sungguh mencintai Tuhan melebihi cintana kepadaku, pria yang akan menjagaku dari hawa nafsuna sendiri, pria yang akan melawan rasa ke’daging’anna, pria yang akan tetap mengasihiku walau ditengah konflik dan masa yang berath, pria yang akan meletakkan Kristus sbgy kepala dalam kehidupanna, pria yang akan slal mencari kehendak Tuhan sblm memustuskan suatu perkara, dan jga pria yang siap untuk me’mandi’kan aku dengan Air dan Firman supaya aku nantina siap untuk menjadi manusia eskatologis akhir jaman.

Hingga pada nanti sampai pada waktuna nanti dia akan memintaku langsung dari Tuhan untuk menjadi penolong keduana setelah Tuhan sendiri, dan mengajakku berjalan bersama untuk menganggapi panggilan muliaNya.

Dan diwaktu yang sama, Tuhan pun sedang menempa hidupku untuk menjadi seorang wanita yang berfungsi melalui kepekaan dan kuath karena mengandalkan Tuhan dalam kehidupan, wanita yang mengasihi Tuhan lebih daripada apapun, wanita yang tau bagaimana cara mengatur dirina sendiri sebelum ia mengatur rumah tanggana, wanita yang dapat menjaga kesucian dan kekudusan hanya untuk seorang pria yang sudah Tuhan tetapkan bagina, wanita yang perkataanna membangun, tepath waktu dan manis didengar, wanita yang tunduk dan taath kepada otoritasnam dan jga wanita yang cantik karena memiliki hati yang lemah lembut dan bersedia di’hajar’.

Llu satu pertanyaan terakhirku kepada Tuhan,
“Tuhan, llu kapan dong Kau akan mempertemukan aku dengan dirina?”

Tuhan pun tersenyum lembut kepadaku sambil berkata,
“Setelah kamu menyelesaikan tanggung jawab dan mengalami arti cinta dan kasih di level atau masa-masa singlemu. Saath itulah Aku akan membawamu masuk kedalam level-level kehidupan selanjutna untuk mengalami arti cinta dan kasih disetiap masa dalam kehidupanmu..”

Akupun slal percaya bahwa Tuhan sedang bekerja atash kehidupanku, tanganNya terus merenda suatu karya yang mulia, sebuah cerita cinta yang dimulai dari hati yang murni dan mengasihi Dia, yang pernah ditulish oleh sutradara terhebath yang pernah ada.

Ah, akhirna mobil yang kutumpangi sudah sampai ditempat tujuanku. Perjalanan yang sungguh luar biasa telah aku dapatkan sekali lagi malam ini, aku telah belajar suatu hal yang baru lgih..

Terima kasih Tuhan, karna kini aku tau bahwa aku tidak perlu takuth untuk mengakuina. Yaa, kini perasaanku sungguh lega karna aku sudah mengatakanna padaMu Tuhan, bahwa putri yang sangath kau sayangi ini telah jatuh cinta. Tetapi, kembali perasaanku ini kuserahkan kepadamu ajh, supaya Kau mendaur ulang kembali menjadi kasih yang tidak egois dan tetaplah murni sampai hati dan perasaanku ini berhenti pada pria yang tepat, yang sudah Kau tetapkan dari semula..

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-