Aku menikmati perjalananku menuju rumah didalam mobil yang
sedang melaju. Sampai tiba-tiba aku teringath pada seseorang dan hal itu
benar-benar menyiksaku, dan membuath perasaanku menjadi sangath tidak nyaman.
Aku berkali-kali menghembuskan nafasku, berharap perasaan
ini segera berlalu dari dalam lubuk hatiku. Segera ku sandarkan kepalaku kekursi
dudukku dan sesegera mungkin memejamkan mataku. Dan beberapa detik kemudian..........
Astaga! Bayanganna kembali menyergap pikiranku, sesegera mungkin ku membuka
mata, dan bertanya kepada diriku sendiri..
“Apakah aku ini sedang jatuh cinta??”
Aaahhh.. mendengar pernyataanna ajh aku sudah merinding dan
takuth..
Llu aku pun segera bertanya kepada Tuhan, sumber sgal
jawaban yang pasti.
“Tuhan, apa yang sebenerna sedang terjadi kepadaku? Aku
benar-benar takuth jika hal itu benar adana ..”
Namun Tuhan segera menjawab pertanyaanku itu dengan lembut.
“Nak, stiap hal yang terjadi didalam hidupmu ini, semuana
berada dibawah kekuasaanKu, bahkan disaath hatimu bersatu dengan hatina. Aku
membuath sgal sesuatuna indah tanpa cacat sedikitpun. Tidak ada yang perlu kau
ragukan, takuti, atau menutupi sgal pergumulanmu dariKu.”
Aku kembali bertanya,
“Jadi jika aku jatuh cinta, aku tidak salahkan Tuhan?”
JawabNya kepadaku,
“Jatuh cinta bukanlah suatu kesalahan besar Nak, menyukai
seseorang jga bukanlah suatu kesalahan. Selama hatimu tetap percaya dan tertuju
kepadaKu, maka kau pasti akan melihat tuntunanKu didalam sgal aspek
kehidupanmu, juga agar kau dapath meresponna dengan benar, sampai akhirna Aku
akan menyatukanmu dengan pria yang sudah Kutetapkan.”
Llu aku bertanya lgih,
“Jadi apakah ini waktu yang tepath untukku memiliki pasangan
hidup, Tuhan?”
Tuhan segera membawaku kepada pengertian bahwa saath ini Ia
sedang mempersiapkan pria yang terbaik untukku, yang sepadan denganku, jga yang
sudah Ia tetapkan dari awal kehidupanku.
Tuhan sedang menempa pria itu didalam karakterna, bukan untuk
menjadi seorang yang sempurna, tetapi untuk menjadi seorang pria yang mau
mengambil tanggung jawab dan mau menghidupi tujuan hidupna, pria yang sungguh
mencintai Tuhan melebihi cintana kepadaku, pria yang akan menjagaku dari hawa
nafsuna sendiri, pria yang akan melawan rasa ke’daging’anna, pria yang akan
tetap mengasihiku walau ditengah konflik dan masa yang berath, pria yang akan
meletakkan Kristus sbgy kepala dalam kehidupanna, pria yang akan slal mencari
kehendak Tuhan sblm memustuskan suatu perkara, dan jga pria yang siap untuk me’mandi’kan
aku dengan Air dan Firman supaya aku nantina siap untuk menjadi manusia
eskatologis akhir jaman.
Hingga pada nanti sampai pada waktuna nanti dia akan memintaku
langsung dari Tuhan untuk menjadi penolong keduana setelah Tuhan sendiri, dan
mengajakku berjalan bersama untuk menganggapi panggilan muliaNya.
Dan diwaktu yang sama, Tuhan pun sedang menempa hidupku
untuk menjadi seorang wanita yang berfungsi melalui kepekaan dan kuath karena
mengandalkan Tuhan dalam kehidupan, wanita yang mengasihi Tuhan lebih daripada
apapun, wanita yang tau bagaimana cara mengatur dirina sendiri sebelum ia
mengatur rumah tanggana, wanita yang dapat menjaga kesucian dan kekudusan hanya
untuk seorang pria yang sudah Tuhan tetapkan bagina, wanita yang perkataanna
membangun, tepath waktu dan manis didengar, wanita yang tunduk dan taath kepada
otoritasnam dan jga wanita yang cantik karena memiliki hati yang lemah lembut
dan bersedia di’hajar’.
Llu satu pertanyaan terakhirku kepada Tuhan,
“Tuhan, llu kapan dong Kau akan mempertemukan aku dengan
dirina?”
Tuhan pun tersenyum lembut kepadaku sambil berkata,
“Setelah kamu menyelesaikan tanggung jawab dan mengalami
arti cinta dan kasih di level atau masa-masa singlemu. Saath itulah Aku akan membawamu
masuk kedalam level-level kehidupan selanjutna untuk mengalami arti cinta dan
kasih disetiap masa dalam kehidupanmu..”
Akupun slal percaya bahwa Tuhan sedang bekerja atash
kehidupanku, tanganNya terus merenda suatu karya yang mulia, sebuah cerita
cinta yang dimulai dari hati yang murni dan mengasihi Dia, yang pernah ditulish
oleh sutradara terhebath yang pernah ada.
Ah, akhirna mobil yang kutumpangi sudah sampai ditempat
tujuanku. Perjalanan yang sungguh luar biasa telah aku dapatkan sekali lagi malam
ini, aku telah belajar suatu hal yang baru lgih..
Terima kasih Tuhan, karna kini aku tau bahwa aku tidak perlu
takuth untuk mengakuina. Yaa, kini perasaanku sungguh lega karna aku sudah
mengatakanna padaMu Tuhan, bahwa putri yang sangath kau sayangi ini telah jatuh
cinta. Tetapi, kembali perasaanku ini kuserahkan kepadamu ajh, supaya Kau
mendaur ulang kembali menjadi kasih yang tidak egois dan tetaplah murni sampai
hati dan perasaanku ini berhenti pada pria yang tepat, yang sudah Kau tetapkan
dari semula..
Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-