Rabu, 29 Juni 2016

You're Beautiful in God

Shalom Teman-Teman!
Saya mau sedikith sharing tentang Retret Self Image (Retret SI) yang telah saya ikuti dari tanggal 24-26 Juni 2016 dengan tema BiG (Beautiful in God).
Selamat merenungkan.

“YOU ARE PRECIOUS”
Yang apabila diterjemahkan brarti “Kamu Sangath Berharga”.
Masih banyak orang yang memandang dirina bodoh, oon, goblok, pendek, jelek, dan masih banyak lagi..
Atau terkadang merasa bahwa kita lebih rendah, dan sangath lebih tidak berharga dibandingkan orang lain?

Seberapa banyak, kita sbgy manusia ketika merasakan rasa suka terhadap lawan jenis merasa, “Ah, gue gak sepadan laah sama doi..”
Seberapa banyak juga dari kita yang merasa bahwa kita bukan orang yang tepath untuk dia?
Seberapa banyak dari kita yang merasa telah terlalu ‘kotor’?
Seberapa banyak dari kita yang merasa bahwa kita sudah tidak berharga?
Seberapa banyak dari kita para wanita yang saath ini sedang kuatir, cemas, was-was, takuth, malu, karena anda telah mengalami pelecehan seksual?
Atau kita sedang takuth karna sedang atau akan menjalin hubungan dengan seorang pria yang benar-benar baik?
Atau kalian para pria yang telah merasa sangath nakal sehingga tidak layak dan pantash untuk mendapatkan wanita yang baik-baik?

Memang, manusia pada umumnya hanya melihath dan menilai diri sebatas dengan apa yang dilihath dan didengar dari orang lain ajh..
Dan sangath menjadi tragis ketika seseorang dinilai melalui penampilan luarnya ajh..
Sperti : kecantikan/ketampanan, kesempurnaan fisik, kekayaan, serta kekuasaan yang ia miliki..

Nilai keberhargaan dirimu tidak terletak pada penampilan luarmu aja loh teman! Begituh juga dengan keberhargaan dirimu tidak terletak pada kata-kata orang sekitarmu!

Janganlah pernah membiarkan seorangpun didunia ini membuath dirimu merasa tidak layak untuk hidup!

Nilai seberapa berharganya diri kita bukan ditentukan oleh orang lain.. Melainkan sudah ditentukan oleh Tuhan sendiri!

Inilah beberapa firman Tuhan yang tertulis di alkitab dan membuktikan bahwa kita sungguh sangath berharga dimata-Nya :

© Yesaya 43:4.
“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.”

© Yohanes 3:16.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasam melainkan beroleh hidup yang kekal.”

© Kejadian 1:31a.
“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”

Ketika saya mengikuti setiap sesi dengan seksama, saath sesi ke-2 saya merasa seperti bukan sudah pewarta lagi yang berbicara, tapi sungguh seperti Tuhan yang sedang berbicara langsung sama saya. Kenapa saya bisa bilang begini? Karna keseluruhan semua bahan yang pewarta tersebut sampaikan benar-benar persis dengan apa yang sudah pernah saya alami sebelumnya.

Sekarang, pertanyaannya adalah, kenapa sih seringkali kita merasa diri kita negatif?

Karna manusia masih seringkali mendengarkan apa kata ‘orang’ dan bukan kata Tuhan.

Kita mungkin suka lpa kalo kita sering mendengarkan apa yang orang lain ‘nilai’ tentang kita, padahal apa kata Tuhan itu jauhhh lebih indah dan itulah ‘nilai’ yang terbaik.

Hal yang menurut saya simple, tapi ternyata ini berpengaruh sangath buruk terhadap gambaran diri kita.
Ini pengalaman diri saya sendiri, sewaktu jaman bbm ngetrend *tsah* saya masih tlalu oon, karna percaya sama broadcast” yang saangath membuath saya takuth, sehingga kembali saya broadcastkan ke kontak bbm saya kala itu, dan sampailah broadcastan itu ke om saya yang saya anggap seperti papa saya sendiri, dia marah sambil ngatain saya “Kamu itu botol yah! Bodoh dan tolol!”
Sejak itulah saya mulai merasa yaudah saya emang bodoh, saya tolol dan itu terush meresap di pikiran saya hingga sekarang.

Llu, apa sih dampak jika kita memiliki gambaran diri yang negatif?

1). Merusak hubungan kita dengan Tuhan.
2). Tampil berlebihan.
3). Cemas akan penampilan.
4). Hanya melihat sisi negatif pada diri sendiri.
5). Slal merasa kurang jika dibandingkan dengan orang lain.
6). Slal meningath pengalaman pahit ajh.
7). Slal memandang sgal sesuatu dengan negatif.
8). Peka terhadap masukkan.
9). Tidak bisa menerima pujian & penghargaan.
10). Kurang percaya diri (PD).

Sekarang, lihath penilaian Tuhan terhadap diri kita..
Kita ini sungguh sangath berharga. Bahkan karna begitu berharga dan mulianya anda, sampai-sampai Ia rela mengorbankan Anak-Nya yang tunggal mati di kayu salib, hanya untuk menebus dosa kita manusianya.
Kamu sangath berharga, terlepas siapapun kita, cantik/tampan atau tidaknya kita, terlepas dari fisik kita yang sempurna atau tidak, kaya atau tidak, terlepas juga dari kekuasaan besar yang kita milikki atau tidak.. ANDA SANGATH BERHARGA!!

Llu, hal yang membuath kita merasa kurang atau tidak berharga atau tidak layak dihadapan Tuhan adalah DOSA. Coba selidiki batin kita, coba masuk dalam sebuah permenungan dengan Tuhan, “Apakah saya mempunyai dosa yang belum sanggup saya akukan kepada Tuhan?”

Kalau selama ini kita sudah salah menilai diri, mari kita perbaiki diri dengan mulai menyadari bahwa kita ini diciptakan berdasarkan ‘Blue Print’nya Tuhan yang secipta dan segambar dengan Tuhan dan sangath berharga. Kita kembali serahkan hidup kita kepada Tuhan, seperti penggalan lirik lagu berikuth : “Kuserahkan, tubuh, jiwa, rohku.. Dalam pimpinanMu, Tuhan”.
Kasih karunia Tuhan sungguh sangath besar dan cukup bagi semua orang, termasuk bagi anda yang merasa bahwa hidup saya sudah tidak ada artinya lagi.

Asalkan kita mau dengan rendah hati datang kepada Tuhan bertobat dengan sungguh-sungguh, dan minta kepada Tuhan untuk membuath diri kita terlahir baru, maka kita akan menjadi suatu ciptaan yang baru lagi. Memang, setelah itu, kita tetap harush berhadapan dengan masa llu anda. Namun, anda tidak akan merasa rendah diri, dan tidak merasa diri tidak berharga lagi.

2 Korintus 5:17.
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-

Senin, 23 Mei 2016

Setia Kepada Tuhan

Suatu kali seorang muda bertanya kepada Ibu Theresa, katanya “Ibu, Ibu telah melayani begitu banyak kaum miskin di Calcuta, tahukah Ibu, bahwa masih ada begitu banyak lagi kaum miskin yang terabaikan? Tidakkah Ibu merasa gagal?”

Ibu Theresa pun segera menjawab pertanyaan seorang muda tersebut dengan lembut, katanya “Anakku, aku tidak dipanggil untuk menjadi seorang yang berhasil, tetapi aku DIPANGGIL oleh ALLAH untuk SETIA..”

Setiap pelayan Tuhan dimanapun ia ditempatkan dan didalam peran apapun, ia tidak PERNAH dipanggil untuk berhasil. Sebab jika panggilannya adalah hal untuk sebuah keberhasilan, ia akan sangath rentan jatuh pada sebuah kesombongan ataupun juga menempuh jalur penghalalan segala macam cara.

Kita telah dipanggil Tuhan untuk SETIA, setia dalam cara apa saja?

1). Melakukan tugas panggilan kita dengan penuh tanggung jawab.
2). Melakukan yang TERBAIK, SEMAMPUNA, dan BUKAN SEMAUNA.

Itulah yang diteladankan oleh seorang Yesus.

Menurut ukuran duniawi, Tuhan Yesus bisa loh dibilang tidak berhasil semasa hidupnya.

Mengapa tidak?
1). DIA harush menjalani hukuman mati di salib.
2). Satu muridNya (Yudas Iskariot) mengkhianatiNya.
3). Satu muridNya yang sangath IA kasihi (Petrus) menyangkaliNya.
4). Para muridNya yang lain lari meningalkanNya karena rasa takuth yang amath sangath dan bersembunyi.

Namun, Tuhan Yesus tetaplah setia menjalankan tugas pelayananNya, melaksanakan kehendak BapaNya, dan menyelesaikan pekerjaanNya seperti tertulis dalam alkitab,
Yohanes 4:34.
“Kata Yesus kepada mereka : Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaannya.”

Tuhan tidak pernah mengeluh sedikitpun.. Itu sebabnya, Bapa sangath menyayangiNya.

KESETIAAN Tuhan membuahkan KESELAMATAN bagi seluruh umat manusia.

Dalam melayani ataupun bekerja, bisa saja kita melihat bahwa apa yang kita lakukan seolah-olah tidak ada hasilna, padahal Tuhan sudah mempersiapkan sgal sesuatu yang indah bagi kita yang SETIA..

Bila kita dihadapkan kepada situasi yang demikian, janganlah bertindak gegabah, jangan juga mengambil langkah mundur, TETAPLAH SETIA hingga akhirna, lakukan sgal yang terbaik bagiNya.

Kesetiaan kita dalam melayani dan kepercayaan kita kepada Tuhan, tidak akan pernah sia-sia.

So, maukah kita SETIA kepada Tuhan??

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..

-josephine gabrielle-

Rabu, 06 April 2016

AKU JATUH CINTA?!

Image result for merenung keluar jendela

Aku menikmati perjalananku menuju rumah didalam mobil yang sedang melaju. Sampai tiba-tiba aku teringath pada seseorang dan hal itu benar-benar menyiksaku, dan membuath perasaanku menjadi sangath tidak nyaman.


Aku berkali-kali menghembuskan nafasku, berharap perasaan ini segera berlalu dari dalam lubuk hatiku. Segera ku sandarkan kepalaku kekursi dudukku dan sesegera mungkin memejamkan mataku. Dan beberapa detik kemudian.......... Astaga! Bayanganna kembali menyergap pikiranku, sesegera mungkin ku membuka mata, dan bertanya kepada diriku sendiri..

“Apakah aku ini sedang jatuh cinta??”
Aaahhh.. mendengar pernyataanna ajh aku sudah merinding dan takuth..

Llu aku pun segera bertanya kepada Tuhan, sumber sgal jawaban yang pasti.
“Tuhan, apa yang sebenerna sedang terjadi kepadaku? Aku benar-benar takuth jika hal itu benar adana..”

Namun Tuhan segera menjawab pertanyaanku itu dengan lembut.
“Nak, stiap hal yang terjadi didalam hidupmu ini, semuana berada dibawah kekuasaanKu, bahkan disaath hatimu bersatu dengan hatina. Aku membuath sgal sesuatuna indah tanpa cacat sedikitpun. Tidak ada yang perlu kau ragukan, takuti, atau menutupi sgal pergumulanmu dariKu.”

Aku kembali bertanya,
“Jadi jika aku jatuh cinta, aku tidak salahkan Tuhan?”

JawabNya kepadaku,
“Jatuh cinta bukanlah suatu kesalahan besar Nak, menyukai seseorang jga bukanlah suatu kesalahan. Selama hatimu tetap percaya dan tertuju kepadaKu, maka kau pasti akan melihat tuntunanKu didalam sgal aspek kehidupanmu, juga agar kau dapath meresponna dengan benar, sampai akhirna Aku akan menyatukanmu dengan pria yang sudah Kutetapkan.”

Llu aku bertanya lgih,
“Jadi apakah ini waktu yang tepath untukku memiliki pasangan hidup, Tuhan?”

Tuhan segera membawaku kepada pengertian bahwa saath ini Ia sedang mempersiapkan pria yang terbaik untukku, yang sepadan denganku, jga yang sudah Ia tetapkan dari awal kehidupanku.
Tuhan sedang menempa pria itu didalam karakterna, bukan untuk menjadi seorang yang sempurna, tetapi untuk menjadi seorang pria yang mau mengambil tanggung jawab dan mau menghidupi tujuan hidupna, pria yang sungguh mencintai Tuhan melebihi cintana kepadaku, pria yang akan menjagaku dari hawa nafsuna sendiri, pria yang akan melawan rasa ke’daging’anna, pria yang akan tetap mengasihiku walau ditengah konflik dan masa yang berath, pria yang akan meletakkan Kristus sbgy kepala dalam kehidupanna, pria yang akan slal mencari kehendak Tuhan sblm memustuskan suatu perkara, dan jga pria yang siap untuk me’mandi’kan aku dengan Air dan Firman supaya aku nantina siap untuk menjadi manusia eskatologis akhir jaman.

Hingga pada nanti sampai pada waktuna nanti dia akan memintaku langsung dari Tuhan untuk menjadi penolong keduana setelah Tuhan sendiri, dan mengajakku berjalan bersama untuk menganggapi panggilan muliaNya.

Dan diwaktu yang sama, Tuhan pun sedang menempa hidupku untuk menjadi seorang wanita yang berfungsi melalui kepekaan dan kuath karena mengandalkan Tuhan dalam kehidupan, wanita yang mengasihi Tuhan lebih daripada apapun, wanita yang tau bagaimana cara mengatur dirina sendiri sebelum ia mengatur rumah tanggana, wanita yang dapat menjaga kesucian dan kekudusan hanya untuk seorang pria yang sudah Tuhan tetapkan bagina, wanita yang perkataanna membangun, tepath waktu dan manis didengar, wanita yang tunduk dan taath kepada otoritasnam dan jga wanita yang cantik karena memiliki hati yang lemah lembut dan bersedia di’hajar’.

Llu satu pertanyaan terakhirku kepada Tuhan,
“Tuhan, llu kapan dong Kau akan mempertemukan aku dengan dirina?”

Tuhan pun tersenyum lembut kepadaku sambil berkata,
“Setelah kamu menyelesaikan tanggung jawab dan mengalami arti cinta dan kasih di level atau masa-masa singlemu. Saath itulah Aku akan membawamu masuk kedalam level-level kehidupan selanjutna untuk mengalami arti cinta dan kasih disetiap masa dalam kehidupanmu..”

Akupun slal percaya bahwa Tuhan sedang bekerja atash kehidupanku, tanganNya terus merenda suatu karya yang mulia, sebuah cerita cinta yang dimulai dari hati yang murni dan mengasihi Dia, yang pernah ditulish oleh sutradara terhebath yang pernah ada.

Ah, akhirna mobil yang kutumpangi sudah sampai ditempat tujuanku. Perjalanan yang sungguh luar biasa telah aku dapatkan sekali lagi malam ini, aku telah belajar suatu hal yang baru lgih..

Terima kasih Tuhan, karna kini aku tau bahwa aku tidak perlu takuth untuk mengakuina. Yaa, kini perasaanku sungguh lega karna aku sudah mengatakanna padaMu Tuhan, bahwa putri yang sangath kau sayangi ini telah jatuh cinta. Tetapi, kembali perasaanku ini kuserahkan kepadamu ajh, supaya Kau mendaur ulang kembali menjadi kasih yang tidak egois dan tetaplah murni sampai hati dan perasaanku ini berhenti pada pria yang tepat, yang sudah Kau tetapkan dari semula..

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-

Jumat, 04 Maret 2016

Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan

Kerendahan hati ituh adlh sebuah arah, bukan tujuan. Tidak ada seorang pun yang sudah ‘berhasil’ rendah hati, tetapi yang terpenting adlh terus menjalani hidup dengan sikap rendah hati dari hari ke hari.

Amsal 18:12.
“Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan”.

Ada 4 definisi rendah hati :

1). Rendah hati ituh, senang jika nama Tuhan yang mendapath kemuliaan.

Kita tidak perlu mencari muka jika menginginkan pengakuan ataupun pujian dari orang lain. Alangkah baiknya kebaikan yang kita lakukan dikerjakan secara tersembunyi, apalagi jika melakukan pekerjaan Tuhan kita tidak perlu memikirkan royalti (balas jasa). Jangan sekali-kali memperhitungkan upahmu di dunia! Sgal keberhasilan dan pencapaian kita adalah semata-mata karena anugrah Tuhan yang sudah memampukan kita untuk memperolehnya. Dan hanya Tuhan-lah satu-satunya yang layak untuk menerima sgal pujian, hormat, dan kemuliaannya. Berkat dan masalah dalam hidup ini, tergaantung dari bagaimana kita meresponnya. Ada juga berkat yang sesungguhnya merupakan tantangan ‘tersembunyi’ yang bisa menghadirkan masalah, namun sebaiknya ada jga masalah yang sebenarnya merupakan kesempatan ‘tersembunyi’ yang justru bisa mendatangkan berkat. Karena ituh kita tidak perlu kecil hati ketika sedang menghadapi masalah, demikian jga jangan berubah setia ketika kesuksesan datang.

2). Rendah hati ituh tidak perlu membuktikan ataupun membenarkan diri.

Jangan slal menanggap dirimu ituh penting! Orang yang rendah hati slal memberi ruang bagi Tuhan untuk menjelaskan atau membela, baik di dunia maupun di akhirat. Di dalam sebuah konflik, saath kita mengalami fitnah ataupun mendapath kritik dari orang lain, seringkali kita lebih mudah untuk bertindak ‘gegabah’ demi membela reputasi atau menyelamatkan nama baik kita daripada menahan diri untuk ‘tidak melakukan sesuatu’ dan menyerahkan pembalasan sbgy hak sepenuhnya dari Tuhan.
Kenyataannya, orang yang menuduh atau mengkritik kita sebenarnya bukanlah orang yang sudah mengenal kita dengan baik. Pujian ituh biasanya adlh “fitnah ke atas”, tapi tidak pernah kita tolak, namun ketika dikritik kita merasa perlu untuk ‘membela diri’, pdhl sejujurnya kritik atau fitnah tersebut adalah sebuah balancer atau obat yang pahit yang justru malah baik untuk kebaikan kita kedepannya. Ingath! Promosi ituh datangnya slal dari Tuhan!

3). Rendah hati ituh slal berusaha namun tak akan pernah kecewa.

Manusia memang boleh berencana (dan memang seharusnya membuath perencanaan! Spya tidak ada yang bermalas-malasan), tetapi pada akhirnya Tuhan-lah yang berkehendak. Orang yang rendah hati, ketika telah mencoba namun gagal, tidak akan pernah untuk berhenti berjuang atau menyalahkan orang lain, terlebih lagi Tuhan. Ketika rencana yang telah dibuatnya tidak berhasil dan tidak berjalan sesuai harapan, ia tidak akan berhenti mengasihi Tuhan. Kerendahan hati adlh harga mati demi perkenanan Tuhan dalam hidup kita.

4). Rendah hati ituh mengalah demi kepentingan bersama.
Sifat orang yang rendah hati akan terlihat dari caranya berhubungan, saath terjadi pertengkaran, seringkali memerlukan pengorbanan dari salah satu pihak untuk mengalah. Sikap mengalah ituh mengundang simpati Tuhan. Orang yang mau mengalah ituh lebih dewasa, tidak menyimpan dendam, tidak merasa perlu untuk bersitegang dengan “anak kecil”. Kerendahan hati menunjukkan kedewasaan kita. Orang yang rendah hati tidak takuth rugi; lebih baik merugi daripada merugikan orang lain, apalagi merugikan (mempermalukan) nama Tuhan.

Gbu.. Tuhan memberkati..
-josephine gabrielle-

Minggu, 28 Februari 2016

Surat Kecil Untuk Tuhan – Soal Jodoh, Masa Depan, dan Berbagai Kecemasan

Image result for surat untuk tuhan

Halo Tuhan, apa kabar?

Semoga ditengah-tengah kesibukanMu mengurush berbagai macam hal, kamu mempunyai sedikith waktu untuk mendengarkan curahan hatiku ini, ijinkan aku untuk duduk disampingMu, bersandar manja sesaat dibahuMu..

Semakin dewasa, hidup ternyata tidak menjadi lebih mudah ya Tuhan? Sampai detik ini aku masih belum mengerti akan banyak hal. Mulai dari mau jadi apa, harush membawa hidupku ini kearah mana, sampai dengan masalah akan siapa yang akan menjadi pasangan hidupku kelak. Hanya satu hal yang slal aku percaya bahwa Engkau slal berada bersamaku, walau sudah jelash mengurus aku bukanlah hal mudah dan terkadang mengesalkan ya Tuhan?

Tidak mudah punya hamba seperti aku ini, Tuhan. Aku slal ajh banyak meminta, tetapi sedikith sekali menunjukkan perbuatan baikku. Tak jarang pula aku lpa untuk menyapaMu diwaktu yang sudah seharusnya kita sepakati bersama, padahal Engkau slal datang dengan berlari saath dipanggil, dan aku hanya datang setelah skith hati sampai menangis hingga terlelap dalam tidurku.
Dengan janjiMu yang slal berakhir dengan indah, aku yakin bahwa Engkaulah yang layak aku jadikan sandaran untuk berkeluh kesah. Bahkan kawan terbaik sekalipun bisa meninggalkan dan mengkhianati. Keluarga sedarah juga belum tentu bisa sesabar sepertiMu Tuhan.

Saath ini, aku belum tau Kau sedang membawaku kemana. Tetapi sederhana sajalah, tolong ajari aku untuk slal percaya bahwa Engkau memiliki rencana yang jauh lebih indah dari ekspetasiku..
Kadang saath melihat road map hidupku, aku sering tertawa geli. Mau Kau bawa kemana hidupku ini? Rasa-rasanya sih jika hidupku ini seperti sebuah CV berbagai isi didalamnya sudah tidak bersinggungan sama sekali. Engaku slal memberikan aku kesempatan untuk menjajal berbagai macam hal. Mengikuth sertakan aku didalam berbagai kegiatan agar aku semakin tangguh dan kuath.
Kesempatan baru terbuka, kemudian jalan hidup terasa semakin absurd ajh.

Mulai saath ini, kuserahkan semua urusan yang berhubungan dengan hal-hal masa depanku, kecemasan ekonomi keluarga, pendidikan, pekerjaan, hingga soal dia yang kelak bisa diajak untuk berbagi beban hidup. Untuk saath ini bahuMu sudah cukup kuath Tuhan untuk kujadikan sandaran, aku yakin Engkau tidak akan keberatan..
Aku juga berjanji, akan mulai menangguhkan kegemaranku untuk mengeluh di social media. Curhat sana sini untuk mendapath perhatian lebih, karena sesungguhnya bahuMu sudah cukup kuath untuk menjadi sandaran hidupku.
Mulai saath ini akan kuhilangkan semua kecemasan yang bertengger dihatiku. Dan akan menyerahkan semua pertanyaan besar yang bergantungan dipintu hatiku ini.

Ini semua adlh hakMu Tuhan, aku sudah siap dengan sgal macam resiko yang akan kutanggung ketika Engkau hendak membentukku dengan sgal macam cara, mau Kau putar-putar seperti ketika aku menaikki roller coaster pun, aku siap.
Hingga nanti pada akhirnya aku akan mengerti, apa sih yang Engkau mau tunjukkan kepadaku?
Akan kubungkam mulutku rapat-rapat, untuk tidak berkeluh kesah ketika mengikuti semua proses yang sudah kau sediakan bagiku.

Diluar sana mungkin boleh terjadi perubahan besar-besaran, mulai dari pacaran beda agama, bergonta-ganti pasangan, pasangan penyuka sesama jenis, dan masih banyak lagi, aku berharap agar Engkau tidak bosan dlu ketika mendampingi aku.
Jelash tidak mudah untuk menjadi sepertiMu Tuhan, mengurusi hamba-hamba nakal, usil, dan banyak permohonan seperti aku ini.

Aku hanya memohonkan satu hal kepadaMu, tolong janganlah bosan atau pergi dlu. Sampai kapanpun aku akan terush membutuhkanMu.

Salam sayang,
HambaMu yang kadang nakal, tapi sungguh sangath mencintaiMu..

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-

Rabu, 10 Februari 2016

Share.Do.Pray! (RABU ABU)


Tak terasa, hari ini seluruh umat Katolik kembali merayakan hari “Rabu Abu”, nah sebetulna sbgy Umat Katolik sudahkah kita paham akan makna peringatan Rabu Abu termasuk dengan tradisi berpantang dan berpuasa selama 40 hari? Kalau belum, ijinkan saya untuk menjelaskan point-point pedoman penting untuk merayakan masa Pra-Paskah ini..


1). Mengapa disebut “RABU ABU”??

Rabu Abu adalah hari pertama Masa Pra-Paskah, yang menandai bahwa kita memasuki masa tobat selama 40 hari sebelum Paskah. Angka 40 slal mempunyai makna rohani sbgy lamana persiapan kita. Misalna, Musa berpuasa selama 40 hari lamanya sebelum Ia menerima Sepuluh Perintah Allah (BDK : Kel 34:28), demikian pula Nabi Elia ketika Ia dipilih Tuhan untuk berjalan ke Gunung Sinai 40 hari lamanya (BDK : 1 Raj 19:8), Tuhan Yesus sendiri juga berpuasa selama 40 hari 40 malam lamanya di padang gurun sebelum IA memulai pewartaan-Nya (BDK : Mat 4:1).

2). Mengapa harush hari “RABU”??

Nah, Gereja Katolik menerapkan puasa ini selama 6 hari dalam seminggu (hari Minggu tidak dihitung, karena hari Minggu dianggap sebagai peringatan Kebangkitan Yesus), maka masa Puasa berlangsung selama 6 minggu ditambah 4 hari, sehingga genap 40 hari. Dengan demikian, hari pertama puasa jatuh pada hari Rabu. (Paskah terjadi hari Minggu, dikurangi 36 hari (6 minggu), lalu dikurangi lagi 4 hari, dihitung mundur, jatuh pada hari Rabu).
Jadi penentuan awal masa Pra-Paskah pada hari Rabu disebabkan karena penghitungan 40 hari sebelum hari Minggu Paskah, tanpa menghitung hari Minggu.

3). Mengapa Rabu “ABU”??

Abu adlh tanda pertobatan. Kitab Suci mengisahkan abu sebagai tanda pertobatan, misalnya pada pertobatan rakyat Niniwe (BDK : Yun 3:1). Di atas semua itulah, kita diingatkan bahwa kita ini diciptakan dari tanah (BDK : Kej 2:7), dan suatu saath nanti kita akan mati dan kembali menjadi debu. Olah karena itu, pada saat menerima abu di gereja, kita mendengar ucapan dari Romo, “Bertobatlah, dan percayalah kepada Injil” atau, “Kamu adalah debu dan akan kembali menjadi debu” (you are dust, and to dust to you shall return).

4). Mengapa harush Berpantang dan Berpuasa??

Bagi kita orang Katolik, puasa dan pantang artinya adalah sbgy tanda pertobatan, tanda penyangkalan diri, tanda penyesalan diri atas sgal dosa-dosa yang sudah kita perbuath, dan tanda kita untuk mempersatukan sedikith pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai silih dosa kita dan demi mendoakan keselamatan dunia. Jika pantang dan puasa dilakukan dengan hati tulus maka keduanya dapat menghantar kita bertumbuh dalam kekudusan. Kekudusan ini yang dapat berbicara lebih lantang dari pada khotbah yang berapi-api sekalipun, dan dengan kekudusan inilah kita mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Allah begitu mengasihi dan menghargai kita, sehingga kita diajak oleh-Nya untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan ini. Carana, dengan bertobat, berdoa dan melakukan perbuatan kasih, dan sesungguhnya inilah yang bersama-sama kita lakukan dalam kesatuan dengan Gereja pada masa Pra-paskah.

Jangan kita lpakan jga bahwa masa puasa selama 40 hari ini adalah karena kita mengikuti jejak teladan Yesus, yang juga berpuasa selama 40 hari 40 malam, sebelum memulai tugas dan karya penyelamatan-Nya (BDK : Mat 4: 1-11 & Luk 4:1-13). Yesus berpuasa di padang gurun dan pada saath berpuasa itulah IA digodai oleh Iblis. Yesus mengalahkan godaan tersebut dengan bersandar pada Sabda Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci. Maka, kitapun hendaknya bersandar pada Sabda Tuhan untuk mengalahkan godaan pada saat kita berpuasa. Dengan doa dan merenungkan Sabda Tuhan, kita akan semakin menghayati makna puasa dan pantang pada Masa Pra-paskah ini..

5). Puasa dan Pantang tidak boleh terlepas dari DOA!!

Dalam masa Pra-paskah, puasa, pantang dan doa disertai juga dengan perbuatan amal kasih bersama-sama dengan anggota Gereja yang lain. Dengan demikian, pantang dan puasa bagi kita orang Katolik merupakan latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama, dan bukan untuk hal lain, seperti semata-mata ‘menyiksa badan’, diet/ supaya kurus, menghemat, dll. Janganlah kita lupa, tujuan utama puasa dan pantang adalah supaya kita dapat lebih menghayati kasih Tuhan yang kita terima dan kasih kepada Tuhan. Kita diajak untuk merenungkan sengsara Kristus demi menyelamatkan kita, dan selanjutnya kita diajak untuk menyatakan kasih kita kepada Kristus, dengan mendekatkan diri kepada-Nya dan sesama manusia.

6). Dengan puasa kita mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah..

Dengan mendekatkan dan menyatukan diri dengan Tuhan, maka kehendak-Nya menjadi kehendak kita. Dan karena kehendak Tuhan yang terutama adalah keselamatan dunia, maka melalui puasa dan pantang, kita diundang Tuhan untuk mengambil bagian dalam karya penyelamatan dunia, yaitu dengan berdoa dan menyatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib. Kita pun dapat mendoakan keselamatan dunia dengan mulai mendoakan bagi keselamatan orang-orang yang terdekath dengan kita seperti orang tua, suami/ istri, anak-anak, saudara, teman, dan juga kepada para imam dan pemimpin Gereja. Dan kita jga dapath berdoa bagi para pemimpin negara, para umat beriman, ataupun mereka yang belum mengenal kasih Kristus.

Naah, diatas adlh 6 point-point penting menurut saya untuk dilakukan selama masa Pra-Paskah ini, semoga kita semakin siap untuk menyambut kedatangan-Nya di tahun Yubileum/Kerahiman Allah yang Memerdekakan ini..

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-

Sumber:
http://www.katolisitas.org/7997/mengapa-disebut-rabu-abu
http://www.katolisitas.org/906/mengapa-kita-berpantang-dan-berpuasa

Selasa, 26 Januari 2016

Rahasia Menjalani Hidup

Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti dari segala-galana. Ya, berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama manusia, dan berhenti dari spiritualitasku.

Aku pun segera pergi ke hutan untuk berbicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalina.
“Tuhan”, kataku lirih..
“Tolong, berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?”

Dan Tuhan pun memberikan aku jawaban yang sungguh sangath mengejutkanku..
“Coba, lihat kesekelilingmu”, kataNya.
“Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini??”

“Ya Tuhan”, jawabku.

Llu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih itu dengan seksama. Aku berikan mereka cahaya, Aku berikan mereka air, sehingga pakis-pakis itu tumbuh dengan sangath cepath. Warna hijauna yang menawan mulai menutupi tanah, namun tidak ada yang terjadi dari benih bambu, tetapi Aku tidak berhenti untuk merawatna.”

“Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu pun tumbuh lebih cepath dan lebih banyak lgih. Namun, tetap tidak terjadi perubahan sedikith pun dari benih bambu, tetapi Aku tidak menyerah terhadapna.”

“Dalam tahun ketiga, tetap benih bambu itu tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, seperti halna benih pakis yang Aku tanam bersamaan dengan benih bambu, tetapi Aku tetap ajh tidak menyerah terhadapna. Begitu jga dengan tahun keempat.”

“Namun, pada tahun kelima sebuah tunas yang sangath kecil muncul dari dalam tanah. Coba kau bandingkan dengan pakis, yang kelihatan begitu kecil dan sepertina tidak brati. Namun enam bulan kemudian, bambu-bambu ini pun tumbuh dengan sangath pesat, hingga mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki! Dia membutuhkan waktu lima tahun (5) untuk menumbuhkan akar-akarna. Akar-akar itu membuath dia kuath dan memberikan apah yang dia butuhkan untuk bertahan hidup. Dan Aku tidak akan pernah memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani.”

Aku hanya bisa terdiam, ketika Tuhan mengatakan hal itu kepadaku..

Llu Tuhan melanjutkan lgih alasanna kepadaku,
“Tahukan engkau AnakKu, dari semua pergumulanmu, sebenerna engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu, Aku jga tidak akan pernah menyerah terhadapmu..”

“Jangan pernah engkau membandingkan dirimu dengan orang lain. Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pohon pakis, tapi keduana tetap membuath hutan ini menjadi lebih indah dan asri..”

“Saatmu akan tiba anakKu, dan engkau akan tumbuh sangath tinggi..”

“Seberapa tinggi aku harush bertumbuh Tuhan?” tanyaku pasrah..

“Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapath bertumbuh?” Tuhan balik bertanya kepadaku..

“Setinggi yang mereka mampu?” aku kembali bertanya.

“Ya” jawabNya “Muliakanlah Aku dengan pertumbuhanmu, setinggi yang dapath engkau capai..”

Llu aku pun pergi meninggalkan hutan itu, dan mulai menyadari bahwa Tuhan Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku dan Dia jga tidak akan pernah menyerah terhadap anda.

Dan kalau saath ini kalian sedang mengalami teguran dan hajaran dari Tuhan, itu karena Dia sungguh sangath mengasihimu dan Dia ingin menyelamatkan hidupmu.. Yang harush kalian lakukan sekarang ini adlh relakan hati, rendahkan hati, dan bertobatlah!! Jangan kecewa atau malah bersungut-sungut iaa.. :)

Wahyu 3:19.
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar, sebab itu relakanlah hatimu, dan bertobatlah!

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-

Jumat, 22 Januari 2016

Uang VS Kasih

UANG berbicara keras,
sedangkan
KASIH berbisik lembut..

UANG dapath membangun tempat,
sedangkan
KASIH dapath membangun suasana..

UANG berkuasa dan dapath memerintah,
sedangkan
KASIH melayani dengan tulus dan rendah hati..

UANG menciptakan celah antara si kaya dan si miskin,
sedangkan
KASIH dapath mempersatukanna..

UANG dapath menimbulkan kejahatan,
sedangkan
KASIH dapath menciptakan persatuan dan kerukunan..

UANG memperjelash perbedaan,
sedangkan
KASIH menyatukan pendapat..

UANG dapath menghadirkan banyak teman,
sedangkan
KASIH dapath meciptakan persahabatan dan persaudaraaan..

Oleh karena ituh bersyukurlah slal jika kita menerima lebih banyak KASIH dibandingkan dengan UANG..

UANG memang sangath penting bagi kehidupan kita, namun akan menjadi tidak berarti tanpa KASIH..

Dengan KASIH, uang dapath dikumpulkan, namun UANG tidak dapath mengumpulkan KASIH..

1 Timotius 6:10
“Karena akar SEGALA KEJAHATAN ialah CINTA UANG. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-

Minggu, 17 Januari 2016

Mengenal Tuhan Lebih Dalam

“Dan ku ingin mengenalMu Tuhan, lebih dalam dari smua yang ku kenal.. Tiada kasih yang melebihiMu ku ada untuk menjadi penyembahMu..”

Pasti kalian tau penggalan lagu di atas kan guys?

“Mengenal Tuhan lebih dan lebih dalam lgih..”
Gimana siih ituh carana?

Yaah kalo kalian mau tau sifat temen kalian lebih jauh,, pasti kalian harush sering ngobrol, sering curhat, sering ketemuan, sampe diantara kalian saling tumbuh rasa kepercayaan satu sama lain, dan gak lagi canggung untuk ngobrol dan untuk memperlihatkan sifat asli kalian, dan juga menjadi akrab satu sama lain..

Sama seperti ituh laah guys, untuk mengenal Tuhan lebih jauh dan lebih dalam, gak hanya lewath membaca buku-buku rohani ajh, gak hanya dengan ngedengerin lagu-lagu rohani ajh, tapiii kita perlu juga punya yang namana pengalaman pribadi dengan Tuhan , merasakan kebaikan Tuhan secara pribadi, dan sering-seringlah berkomunikasi sama Tuhan lewath Doa, juga Pujian dan Penyembahan!
Mungkin terkadang timbul rasa dihati, “Ah, gue kan orang berdosa! Gue kekna gak layak deeh buath berdoa!” NO! It’s a BIG fault guys! Ketika kalian berbuath dosa dan kalian mau untuk bertobat, Tuhan pasti mau mengampuni kita koq.. So, kerjakan keselamatan kalian dan jangan pernah berbuath dosa lgih! :)

Ketika kalian mengenal Tuhan lebih dalam, percaya kalian akan semakin peka sama kehendak yang Tuhan inginkan dan iman kalian bakal terus bertambah kuath didalam Tuhan! :)
Soo, guys kalian harush sediain waktu khusus buath Tuhan yah! Bukan malah menyisakan waktu buath Tuhan!

Mazmur 9:10.
"Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau, ya Tuhan."

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-