Aku memang gagal, tetapi aku tidak mau membiarkan kekecewaan menguasaiku
Aku memang gagal, tetapi aku tidak mau terus berdiam meratapinya
Aku memang gagal, tetapi aku tidak mau kehilangan semangat dan sukacita
Aku memang gagal, tetapi aku tidak mau menutupinya dengan kecurangan
Aku memang gagal, tetapi aku tidak mau menyangkal kebenaran
Aku memang gagal, tetapi aku tidak mau menyebutnya ketidakberhasilan
Aku gagal supaya lebih banyak pelajaran berharga yang kudapat
Aku gagal supaya dasar hidupku semakin diperkuat
Aku gagal supaya aku dilatih memiliki mental yang kuat dan dewasa
Aku gagal supaya kebenaran yang kuterima semakin teruji di hidupku
Aku gagal supaya aku tidak berfokus kepada hasil melainkan proses
Aku gagal supaya aku lebih merendahkan diri di hadapanNya
Terkadang Tuhan memang mengijinkan kegagalan aku alami
Namun, aku percaya itu juga akan mendatangkan kebaikan untukku
Aku percaya Dia sedang melatih kesetiaan dan dasar hidupku
Dia sedang membuka mataku bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya
Dan menyadarkanku bahwa kemenangan hanya ada di dalam Dia
Satu hal juga yang kupercaya
Tidak penting aku gagal atau berhasil, yang terpenting Tuhan selalu menyertaiku.
Filipi 4:4-7
"Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-
Filipi 4:13 "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
Minggu, 15 Oktober 2017
Minggu, 08 Oktober 2017
Tuhan Yesus Baik
“Tuhan Yesus baik.. oooo.. sungguh amat baik.. oooo.. untuk
selama-lamanya, Tuhan Yesus baik!”
Shalom teman-teman readers yang terkasih! Pernah denger lagu
diatas? Pasti pernah lah ya.. kira-kira standar “Tuhan Yesus baik” menurut
teman-teman readers yang seperti apa sih?
Masih bisa bangun di pagi hari, atau menerima berkat, atau
mungkin merasa ada seseorang yang membantu dikala kita membutuhkan, atau yang
seperti apa coba?
Tidak semua yang tersenyum itu baik..
Tidak semua yang membantu itu tulus..
Tidak semua yang mendukung itu benar-benar memberikan
dukungannya..
Tidak semua yang lembut itu nyaman untuk dipegang..
Dannnnn masih banyak lagi “TIDAK SEMUA” yang lainnya.
Tetapi dibalik si “TIDAK
SEMUA” tadi, kita mempercayai keberadaan hukum “Tabur & Tuai”
Begitu juga dengan orang yang ditakdirkan untuk membantu
atau mendukung kita, apakah mereka benar-benar tulus? Belum tentu, terkadang
pasti mereka juga mengharapkan imbalan yang serupa atau bahkan lebih..
Tetapi di atas langit masih ada langit.. YES!!
Terkadang (KEBANYAKAN)
diantara kita lupa untuk sekedar mengucapkan rasa syukur kita dengan apa yang
sudah Tuhan sediakan, bahkan kita selalu saja merasa tidak puas dan selalu
menuntut lebih.
Tetapi, apakah pernah Tuhan Yesus menuntut kita untuk
menjadi manusia yang perfect?
Apakah pernah Tuhan Yesus berkata CUKUP SUDAH? Jawabannya ya TIDAK
SAMA SEKALI!
Dan Tuhan Yesus selalu berkata “jangan takut, Aku selalu menyertaimu!”
Yesaya 41:10
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah
bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong
engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa
kemenangan.”
Thankyou Jesus for everything..
Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-
Minggu, 01 Oktober 2017
7 UP
Seringkali, hati kecil kita bertanya, sebenernya apa itu
arti sebuah kesuksesan? Bagaimana caranya meraih kesuksesan itu? Standar apakah
yang menjadikan saya sukses?
Daripada bingung, nih saya kasih 7 tips yang akan membuat
hidupmu bisa lebih mudah meraih kesuksesan itu, check it out!
1). GET UP! – Tidak perduli berapa kali pun kita gagal,
tetap semangat dan bangun lagi!
2). Dress Up – Kecantikan dari dalam sangat amat jauh lebih
penting daripada hanya sekedar riasan luar dan sementara.
3). Shut Up – Berhentilah membicarakan tentang kesuksesan
masa lalu dan berkeluh kesah tentang masalahmu. Memang setiap manusia pasti
mempunyai “medan
perang” nya masing-masing, tetapi jadikan hal itu untuk menjadi acuan suksesmu!
So, jadilah prajurit yang tangguh dan berhentilah mengasihani dirimu sendiri!
4). Stand Up – Berdiri dengan teguh, pandang Tuhan, dan
yakinlah apapun hal yang kita lakukan dalam nama Tuhan, kita pasti akan meraih
keberhasilan.
5). Look Up – Jangan selalu melihat kekurangan dirimu yang terbatas,
tetapi lihatlah Tuhanmu yang sanggup membuat segala hal pasti berhasil dan
tidak terbatas!
6). Reach Up – Apabila sebelumnya kamu telah berhasil, maka
untuk kali ini bermimpilah lebih tinggi lagi dan capailah prestasi yang lebih
tinggi dari prestasi sebelumnya.
7). Lift Up – Tips terakhir yang paling penting, naikkan
semua impianmu dalam doa dan ucapan syukur setiap harinya :)
Ingatlah akan Tuhan Yesus yang selalu ada di setiap aspek
kehidupanmu, yang akan selalu mencintaimu tanpa syarat dan tulus :)
Yeremia 29:11
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada
pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu bukan rancangan
kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
Kamis, 28 September 2017
Mujizat Masih Ada! (Write My Life)
Shalom teman-teman pembaca! Apa kabar? Semoga teman-teman
pembaca semua selalu sehat dan dalam lindungan Tuhan selalu yah!
Setelah setahun vaccum dari dunia tulis-menulis,
blog-blogan, untuk renungan kali ini, saya akan menceritakan siapa saya, yah
kurang lebih seperti kisah hidup saya selama 18 tahun muncul di dunia gitu :d
(balik-balik topiknya berat banget yak lol)
Kamis, 1 Juli 1999
Adalah hari dimana saya dilahirkan kedunia :)
Sebagai anak perempuan pertama, cucu perempuan pertama di
keluarga saya. Tentu semua orang menyambut saya dengan bahagia.
Ketika itu, saya diberikan nama “Josephine Gabrielle Maksudi”
Kalo menurut mama saya sih arti nama saya tuh:
“Josephine” – Jo itu panggilan dari mama sewaktu saya masih
dikandungan. Kemudian pas lahir ditambahin lah sephine yang artinya putri yang
cantik.
“Gabrielle” – malaikat pembawa berita baik.
“Maksudi” – nama keluarga papa saya.
Seiring berjalannya waktu, hari berganti hari, bulan
berganti bulan, tahun berganti tahun, sayapun tumbuh menjadi anak yang sehat
seperti pada umumnya, dan memiliki panggilan nama “GABY” :d
Minggu, 5 November 2006
Hari dimana saya menerima sakramen baptis dan resmi menjadi
anggota keluarga besar gereja Katolik.
Dan ketika itu nama saya resmi bertambah menjadi “MARIA Josephine Gabrielle Maksudi”
Dan setelahnya sayapun memulai kegiatan saya digereja
seperti bergabung untuk sekolah minggu, omk, dan masih banyak lagi.
Singkat cerita, pada akhir Agustus tahun 2008, hari dimana saya merasa Tuhan sudah tidak sayang lagi sama saya! Ketika itu, saya merasakan ada sesuatu yang aneh pada tubuh saya, ya memang sewaktu tingkatan sekolah SD saya sering dipanggil “si gendut” sama teman-teman sekolah saya, padahal ketika itu berat badan saya hanya 35kg, akhirnya rasa percaya diri saya menurun dan memulai tekad untuk melakukan diet.
Posisinya ketika itu saya hanya kelas 3 SD dan kasus
bullying ini sudah marak terjadi begitu, dengan pengetahuan tentang “diet” yang
seadanya, sayapun ketika itu melakukan diet dengan pola setiap lewat jam 6
sore, walaupun baru lewat 1 menit doang saya gaakan makan apapun sampai
keesokan harinya.
Lucunya seminggu setelah saya menjalankan “DIET” tersebut,
rupanya kalau kata oma dan mama saya terlihat lebih kurusan gitu, sambil digoda
sama mama “cie dietnya sukses nih!”
Tapi tidak lama setelahnya, saya harus menghadapi kondisi
dimana kebahagiaan “DIET yang SUKSES” menjadi sebuah malapetaka.
Pada akhiran Agustus 2008, saya didiagnosa terkena penyakit
Diabetes Melitus type 1 (kencing manis) dimana saya merasa Tuhan udah enggak
sayang lagi sama saya! Tuhan ga adil! Kenapa harus saya dan bukan orang lain
aja sih yang ngalamin penyakit kayak gini! Sudahlah Tuhan cabut aja nyawa saya!
Memang berat untuk menerima keadaan, tapi seiring berjalannya
waktu, 1 tahun sudah berlalu setelah saya menerima vonis dokter, kok ya GDS
saya ga bisa di control, selalu emosional, selalu ngerasa kegerahan saat tidur
walaupun sudah nyala AC, kipas, dan juga ditambah dikipasin sama mama saya.
Akhirnya mama saya pun membawa saya ke Singapore untuk
mengecek lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan saya, sekalian yah liburan
keluarga lah.
September 2009.
Sesampainya di Singapore langsung mulai mencari informasi
tentang dokter anak dan dokter spesialis yang mampu menangani saya, mulai
research informasi dari KK women and Children
Hospital , dan ke beberapa
rumah sakit yang saya lupa namanya.
Hingga hari ke3 di Singapore
saya pun direkomendasikan oleh teman mama saya untuk pergi ke Camden hospital saja, disana ada dokter
yang mampu menangani saya.
Pergilah kami kesana, dan dilakukan pemeriksaan lebih
lengkap lagi.
Belum hilang rasa berat hati didiagnosa kena penyakit
Diabetes Melitus type 1, ketika itu oleh dokter Singapore itu saya didiagnosa
terkena penyakit Tyroid (pembengkakan kelenjar di leher) dan ketika itu kondisi
bengkak di leher saya itu sudah sebesar telur ayam. Dan harus segera di laser
untuk memperkecil bengkak tersebut.
Pulang ke Jakarta
bukannya tambah sedikit obat, malah tambah banyak lagi obat yang harus saya
konsumsi. Lelah rasanya, dan udah gatau harus ngapain ketika itu, but life must
go on.
Minggu, 6 Juni 2010
Ini adalah hari dimana saya menerima sakramen komuni pertama
dan iman saya kepada Tuhan seakan diperbaharui karena salah seorang Romo yang
memberikan sakramen ini kepada saya bilang “mintalah, maka kamu akan diberi”
Seketika saya teringat pada ayat alkitab:
Matius 7:7
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu
akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”
Sejak itu, saya mulai mau mengikuti kegiatan gereja kembali,
mulai aktif kembali, dan mengikuti berbagai macam hal gereja, sambil terus
memohon kesembuhan pada Tuhan.
2011, 2012, 2013
Wah kehidupan saya berasa kayak roller coaster yang terus up
and down, ya tentang penyakit, pendidikan, karir, dan juga banyak hal lain yang
kalau dipikir luar biasa lucu dan indah ya hidup ini :)
Minggu, 1 Juni 2014
Hari dimana nama saya kembali bertambah karena saya telah
mengikuti sakramen krisma (sakramen penguatan) dan nama saya hari ini bertambah
menjadi “Maria DOMINICA
Josephine Gabrielle Maksudi” panjang juga yah nama saya :d
1 Juli 2016
YAY! Resmi 17 tahun sudah saya launching di dunia! Dengan
pelbagai hal dan rintangan yang terus saya hadapi. Thank to God!
2 Juli 2016
Saya merayakan ulang tahun saya yang ke-17 itu dengan sebuah
pesta yang cukup meriah dan seperti anak-anak remaja perempuan pada umumnya
ketika menginjak umur 17 tahun. Tapi saya tidak akan bercerita banyak tentang
hal ini, karena ada suatu kejadian yang membuat saya malas untuk berbagi cerita
dan daripada bertele-tele juga ini cerita. Biar saja menjadi cerita tersendiri
bagi saya, namun saya tetap bersyukur pada Tuhan.
Dan ditahun 2016 ini, saya mempunyai begitu banyak kenangan
luarbiasa indah, dan move forward it’s new year 2017!
Januari 2017 – Agustus 2017
Banyak kenangan indah dan juga beberapa kenangan sedih pun
telah saya lalui, jujur dibeberapa bulan kebelakang saya memang sedikit stress
yang berujung depresi yang entah gimana sembuhnya lagi :( tapi memang ada
beberapa kejadian yang menurut saya, yaudah itu bagian dari “level up” saya
dari Tuhan.
Mungkin banyak dari teman-teman pembaca yang bakal bilang
“ah elah, clickbait nih judulnya!” atau “duh keburu ngantuk deh bacanya”
Saya tau akan hal itu, tapi inilah part dimana saya akan
menceritakan tentang dimana “Mujizat” terjadi di hidup saya
Rabu, 27 September 2017
Yaps, hari ini saya control rutin ke dokter saya, dengan
membawa hasil laboratorium terbaru, pergilah saya ke dokter.
Hmm, filing saya sih bilang, yaudah ini palingan jadi
control rutin aja, ga ngarepin hasil lebih karena kata orang-orang penyakit
Diabetes Melitus type 1 dan Tyroid ini gabakalam bisa disembuhin seumur hidup.
Ketika, masuk ruangan praktek, ngobrol bentar sama dokter,
kemudian dibukalah hasil lab saya sama dokter.
Kemudian,
Dokter (D): “Wah selamat ya, ini udah boleh lepas obat
tyroidnya nih! Udah bagus banget hasilnya bahkan dibawah dari nilai rujukan”
Mama (M): “Serius dok?”
Mama (M): “Serius dok?”
D: “Ia, atau paling enggak turunin dosis dulu deh buat 2
minggu kedepan, baru habis itu lepas total yah obatnya”
Gaby (G): “Oh ia dok, makasih ya..”
Keluar ruangan dokter, seneng banget rasanya setelah 9 tahun
ketergantungan sama obat, akhirnya bisa lepas juga! Lumayan berkurang juga
budget untuk obat-obatan :)
Dan mungkin untuk teman-teman pembaca yang mungkin mengalami
kondisi yang sama seperti saya, pesan saya 1, jangan cepat putus asa walaupun
berat rasanya menjalani kehidupan yang seperti ini, terus berharap pada Tuhan,
maka kamu akan diberikan :)
Matius 14:14
“Ketika Yesus mendarat, IA melihat orang banyak yang besar jumlahnya,
maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan IA menyembuhan mereka
yang sakit.”
Emang panjang banget sih tulisan saya kali ini, reback to blogging dateng-dateng temanya mantap banget yah :d
Doakan saya selalu supaya bisa konsisten mulai mengurus blog
ini, untuk mengupdate tulisan renungan seperti dahulu lagi yah teman-teman pembaca
:3
Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-
Langganan:
Postingan (Atom)