Halo Tuhan, apa kabar?
Semoga ditengah-tengah kesibukanMu mengurush berbagai macam
hal, kamu mempunyai sedikith waktu untuk mendengarkan curahan hatiku ini,
ijinkan aku untuk duduk disampingMu, bersandar manja sesaat dibahuMu..
Semakin dewasa, hidup ternyata tidak menjadi lebih mudah ya
Tuhan? Sampai detik ini aku masih belum mengerti akan banyak hal. Mulai dari mau
jadi apa, harush membawa hidupku ini kearah mana, sampai dengan masalah akan
siapa yang akan menjadi pasangan hidupku kelak. Hanya satu hal yang slal aku
percaya bahwa Engkau slal berada bersamaku, walau sudah jelash mengurus aku
bukanlah hal mudah dan terkadang mengesalkan ya Tuhan?
Tidak mudah punya hamba seperti aku ini, Tuhan. Aku slal ajh
banyak meminta, tetapi sedikith sekali menunjukkan perbuatan baikku. Tak jarang
pula aku lpa untuk menyapaMu diwaktu yang sudah seharusnya kita sepakati
bersama, padahal Engkau slal datang dengan berlari saath dipanggil, dan aku
hanya datang setelah skith hati sampai menangis hingga terlelap dalam tidurku.
Dengan janjiMu yang slal berakhir dengan indah, aku yakin
bahwa Engkaulah yang layak aku jadikan sandaran untuk berkeluh kesah. Bahkan
kawan terbaik sekalipun bisa meninggalkan dan mengkhianati. Keluarga sedarah
juga belum tentu bisa sesabar sepertiMu Tuhan.
Saath ini, aku belum tau Kau sedang membawaku kemana. Tetapi
sederhana sajalah, tolong ajari aku untuk slal percaya bahwa Engkau memiliki
rencana yang jauh lebih indah dari ekspetasiku..
Kadang saath melihat road map hidupku, aku sering tertawa
geli. Mau Kau bawa kemana hidupku ini? Rasa-rasanya sih jika hidupku ini
seperti sebuah CV berbagai isi didalamnya sudah tidak bersinggungan sama
sekali. Engaku slal memberikan aku kesempatan untuk menjajal berbagai macam
hal. Mengikuth sertakan aku didalam berbagai kegiatan agar aku semakin tangguh
dan kuath.
Kesempatan baru terbuka, kemudian jalan hidup terasa semakin
absurd ajh.
Mulai saath ini, kuserahkan semua urusan yang berhubungan
dengan hal-hal masa depanku, kecemasan ekonomi keluarga, pendidikan, pekerjaan,
hingga soal dia yang kelak bisa diajak untuk berbagi beban hidup. Untuk saath
ini bahuMu sudah cukup kuath Tuhan untuk kujadikan sandaran, aku yakin Engkau
tidak akan keberatan..
Aku juga berjanji, akan mulai menangguhkan kegemaranku untuk
mengeluh di social media. Curhat sana
sini untuk mendapath perhatian lebih, karena sesungguhnya bahuMu sudah cukup
kuath untuk menjadi sandaran hidupku.
Mulai saath ini akan kuhilangkan semua kecemasan yang
bertengger dihatiku. Dan akan menyerahkan semua pertanyaan besar yang
bergantungan dipintu hatiku ini.
Ini semua adlh hakMu Tuhan, aku sudah siap dengan sgal macam
resiko yang akan kutanggung ketika Engkau hendak membentukku dengan sgal macam
cara, mau Kau putar-putar seperti ketika aku menaikki roller coaster pun, aku
siap.
Hingga nanti pada akhirnya aku akan mengerti, apa sih yang
Engkau mau tunjukkan kepadaku?
Akan kubungkam mulutku rapat-rapat, untuk tidak berkeluh
kesah ketika mengikuti semua proses yang sudah kau sediakan bagiku.
Diluar sana
mungkin boleh terjadi perubahan besar-besaran, mulai dari pacaran beda agama,
bergonta-ganti pasangan, pasangan penyuka sesama jenis, dan masih banyak lagi,
aku berharap agar Engkau tidak bosan dlu ketika mendampingi aku.
Jelash tidak mudah untuk menjadi sepertiMu Tuhan, mengurusi
hamba-hamba nakal, usil, dan banyak permohonan seperti aku ini.
Aku hanya memohonkan satu hal kepadaMu, tolong janganlah
bosan atau pergi dlu. Sampai kapanpun aku akan terush membutuhkanMu.
Salam sayang,
HambaMu yang kadang nakal, tapi sungguh sangath
mencintaiMu..
Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-
