Minggu, 28 Februari 2016

Surat Kecil Untuk Tuhan – Soal Jodoh, Masa Depan, dan Berbagai Kecemasan

Image result for surat untuk tuhan

Halo Tuhan, apa kabar?

Semoga ditengah-tengah kesibukanMu mengurush berbagai macam hal, kamu mempunyai sedikith waktu untuk mendengarkan curahan hatiku ini, ijinkan aku untuk duduk disampingMu, bersandar manja sesaat dibahuMu..

Semakin dewasa, hidup ternyata tidak menjadi lebih mudah ya Tuhan? Sampai detik ini aku masih belum mengerti akan banyak hal. Mulai dari mau jadi apa, harush membawa hidupku ini kearah mana, sampai dengan masalah akan siapa yang akan menjadi pasangan hidupku kelak. Hanya satu hal yang slal aku percaya bahwa Engkau slal berada bersamaku, walau sudah jelash mengurus aku bukanlah hal mudah dan terkadang mengesalkan ya Tuhan?

Tidak mudah punya hamba seperti aku ini, Tuhan. Aku slal ajh banyak meminta, tetapi sedikith sekali menunjukkan perbuatan baikku. Tak jarang pula aku lpa untuk menyapaMu diwaktu yang sudah seharusnya kita sepakati bersama, padahal Engkau slal datang dengan berlari saath dipanggil, dan aku hanya datang setelah skith hati sampai menangis hingga terlelap dalam tidurku.
Dengan janjiMu yang slal berakhir dengan indah, aku yakin bahwa Engkaulah yang layak aku jadikan sandaran untuk berkeluh kesah. Bahkan kawan terbaik sekalipun bisa meninggalkan dan mengkhianati. Keluarga sedarah juga belum tentu bisa sesabar sepertiMu Tuhan.

Saath ini, aku belum tau Kau sedang membawaku kemana. Tetapi sederhana sajalah, tolong ajari aku untuk slal percaya bahwa Engkau memiliki rencana yang jauh lebih indah dari ekspetasiku..
Kadang saath melihat road map hidupku, aku sering tertawa geli. Mau Kau bawa kemana hidupku ini? Rasa-rasanya sih jika hidupku ini seperti sebuah CV berbagai isi didalamnya sudah tidak bersinggungan sama sekali. Engaku slal memberikan aku kesempatan untuk menjajal berbagai macam hal. Mengikuth sertakan aku didalam berbagai kegiatan agar aku semakin tangguh dan kuath.
Kesempatan baru terbuka, kemudian jalan hidup terasa semakin absurd ajh.

Mulai saath ini, kuserahkan semua urusan yang berhubungan dengan hal-hal masa depanku, kecemasan ekonomi keluarga, pendidikan, pekerjaan, hingga soal dia yang kelak bisa diajak untuk berbagi beban hidup. Untuk saath ini bahuMu sudah cukup kuath Tuhan untuk kujadikan sandaran, aku yakin Engkau tidak akan keberatan..
Aku juga berjanji, akan mulai menangguhkan kegemaranku untuk mengeluh di social media. Curhat sana sini untuk mendapath perhatian lebih, karena sesungguhnya bahuMu sudah cukup kuath untuk menjadi sandaran hidupku.
Mulai saath ini akan kuhilangkan semua kecemasan yang bertengger dihatiku. Dan akan menyerahkan semua pertanyaan besar yang bergantungan dipintu hatiku ini.

Ini semua adlh hakMu Tuhan, aku sudah siap dengan sgal macam resiko yang akan kutanggung ketika Engkau hendak membentukku dengan sgal macam cara, mau Kau putar-putar seperti ketika aku menaikki roller coaster pun, aku siap.
Hingga nanti pada akhirnya aku akan mengerti, apa sih yang Engkau mau tunjukkan kepadaku?
Akan kubungkam mulutku rapat-rapat, untuk tidak berkeluh kesah ketika mengikuti semua proses yang sudah kau sediakan bagiku.

Diluar sana mungkin boleh terjadi perubahan besar-besaran, mulai dari pacaran beda agama, bergonta-ganti pasangan, pasangan penyuka sesama jenis, dan masih banyak lagi, aku berharap agar Engkau tidak bosan dlu ketika mendampingi aku.
Jelash tidak mudah untuk menjadi sepertiMu Tuhan, mengurusi hamba-hamba nakal, usil, dan banyak permohonan seperti aku ini.

Aku hanya memohonkan satu hal kepadaMu, tolong janganlah bosan atau pergi dlu. Sampai kapanpun aku akan terush membutuhkanMu.

Salam sayang,
HambaMu yang kadang nakal, tapi sungguh sangath mencintaiMu..

Gbu.. Tuhan Yesus memberkati..
-josephine gabrielle-

1 komentar:

  1. When you face your problem and your fear, remember that smiling is one of the best weapon to cut all of them down. Keep smiling girl..

    BalasHapus